Senin, 24 Januari 2011

KESIMPULAN


Indonesia memiliki karunia sinar matahari. Hampir di setiap pelosok Indonesia, matahari menyinari sepanjang pagi sampai sore. Energi matahari yang dipancarkan dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan solar cell panel.pembangkit listrik menggunakan uap (dengan minyak dan batubara). Pembangkit listrik tenaga surya adalah ramah lingkungan, dan sangat menjanjikan. Sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan
Perkembangan teknologi dalam membuat solar panel yang lebih baik dari tingkat efisiensi, pembuatan aki yang tahan lama, dan pembuatan alat elektronik yang dapat menggunakan Direct Current.
Pada saat ini penggunaan tenaga matahari (solar panel) masih dirasakan mahal karena tidak adanya subsidi. Listrik yang kita gunakan saat ini sebenarnya adalah listrik bersubsidi. Bayangkan pengusahaan/ penambangan minyak tanah, batubara (yang merusak lingkungan), pembuatan pembangkit tenaga listrik uap, distribusi tenaga listrik, yang semuanya dibangun dengan biaya besar


 Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

* Energi yang terbarukan/ tidak pernah habis
* Bersih, ramah lingkungan
* Umur panel sel surya panjang/ investasi jangka panjang
* Praktis, tidak memerlukan perawatan
* Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia Solaar cell Panel sebagai komponen penting pembangkit listrik tenaga surya, mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik. Umumnya kita menghitung maksimun sinar matahari yang diubah menjadi tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi - sore disimpan dalam baterai, sehingga listrik dapat digunakan pada malam hari, dimana tanpa sinar matahari.

 Perecanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Karena pembangkit listrik tenaga surya sangat tergantung kepada sinar matahari, maka perencanaan yang baik sangat diperlukan. Perencanaan terdiri dari:
  • Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari (Watt).
  • Berapa besar arus yang dihasilkan solar cell panel (dalam Ampere hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya yang harus dipasang.
  • Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari. (Ampere hour).
Dalam nilai ke-ekonomian, pembangkit listrik tenaga surya memiliki nilai yang lebih tinggi, dimana listrik dari PT. PLN tidak dimungkinkan, ataupun instalasi generator listrik bensin ataupun solar. Misalnya daerah terpencil: pertambangan, perkebunan, perikanan, desa terpencil, dll. Dari segi jangka panjang, nilai ke-ekonomian juga tinggi, karena dengan perencanaan yang baik, pembangkit listrik tenaga surya dengan panel surya memiliki daya tahan 20 - 25 tahun.Baterai dan beberapa komponen lainnya dengan daya tahan   3 - 5 tahun.

Komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya
  • Solar panel
  • Charge controller
  • Inverter
  • Baterry
 

 tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk Solar panel mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun). Jenis solar panel dapat di baca disini. Charge cntrollerdigunakan untuk mengatur pengaturan pengisian baterai. Tegangan maksimun yang dihasilkan solar cells panel pada hari yang terik akan menghasilkan tegangan tinggi yang dapat merusak baterai.

 Inverter adalah perangkat elektrik yang mengkonversikan tegangan searah (DC - direct current) menjadi tegangan bolak balik (AC - alternating current).

 Baterry perangkat kimia adalah untuk menyimpan tenaga listrik dari tenaga surya. Tanpa baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat ada sinar matahari. 

  Diagram Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Diagram instalasi pembangkit listrik tenaga surya ini terdiri dari solar panel, charge controller ,inverter,baterai.





Dari diagram pembangkit listrik tenaga surya diatas: beberapa solar panel di paralel untuk menghasilkan arus yang lebih besar. Combiner pada gambar diatas menghubungkan kaki positif panel surya satu dengan panel surya lainnya. Kaki/ kutub negatif panel satu dan lainnya juga dihubungkan. Ujung kaki positif panel surya dihubungkan ke kaki positif charge controller, dan kaki negatif panel surya dihubungkan ke kaki negatif charge controller. Tegangan panel surya yang dihasilkan akan digunakan oleh charge controller untuk mengisi batere. Untuk menghidupkan beban perangkat AC (alternating current) seperti Televisi, Radio, komputer, dll, arus baterai disupply oleh inverter.
Instalasi pembangkit listrik dengan tenaga surya membutuhkan perencanaan mengenai kebutuhan daya:
  • Jumlah pemakaian
  • Jumlah solar panel
  • Jumlah baterai

    Perhitungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

    Perhitungan keperluan daya (perhitungan daya listrik perangkat dapat dilihat pada label di belakang perangkat, ataupun dibaca dari manual):
    • Penerangan rumah: 10 lampu CFL @ 15 Watt x 4 jam sehari = 600 Watt hour.
    • Televisi 21": @ 100 Watt x 5 jam sehari = 500 Watt hour
    • Kulkas 360 liter : @ 135 Watt x 24 jam x 1/3 (karena compressor kulkas tidak selalu hidup, umumnya mereka bekerja lebih sering apabila kulkas lebih sering dibuka pintu) = 1080 Watt hour
    • Komputer : @ 150 Watt x 6 jam = 900 Watt hour
    • Perangkat lainnya = 400 Watt hour
    • Total kebutuhan daya =  3480 Watt hour
    Jumlah solar cell panel yang dibutuhkan, satu panel kita hitung 100 Watt (perhitungan adalah 5 jam maksimun tenaga surya):
    • Kebutuhan solar cells panel : (3480 / 100 x 5)  = 7 panel surya.
    Jumlah kebutuhan batere 12 Volt dengan masing-masing 100 Ah:
    • Kebutuhan batere minimun (batere hanya digunakan 50% untuk pemenuhan kebutuhan listrik), dengan demikian kebutuhan daya kita kalikan 2 x lipat : 3480 x 2 = 6960 Watt hour = 6960 / 12 Volt / 100 Amp = 6 batere 100 Ah.
    • Kebutuhan batere (dengan pertimbangan dapat melayani kebutuhan 3 hari tanpa sinar matahari) : 3480 x 3 x 2 = 20880 Watt hour =20880 / 12 Volt / 100 Amp = 17 batere 100 Ah. 





       

      Contoh Pemasangan PLTS

      Gambar Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya


      pemasangan pada tempat parkir 



      Pemasangan pada lampu jalan


      Pemasangan pada rumah





      Pemasangan pada gedung perkantoran



      Komponen -Komponen PLTS (pembangkit listrik tenaga surya)

      1. Solar Module dalambagian ini akan dijelaskan secara singkat komponen utama PLTS
      yaitu solar module. Setelah menjelaskannya, maka dilanjutkan dengan trend kedepan
      teknologi yang berkaitan dengan solar module.  

      2. Apa itu solar cell?
      Sebelum membahas sistim pembangkit listrik tenaga surya, pertama-tama akan dijelaskan
      secara singkat komponen penting dalam sistim ini yang berfungsi sebagai perubah energi
      cahaya matahari menjadi energi listrik. Listrik tenaga matahari dibangkitkan oleh
      komponen yang disebut solar cell yang besarnya sekitar 10 ~ 15 cm persegi. Komponen
      ini mengkonversikan energi dari cahaya matahari menjadi energi listrik. Solar cell
      merupakan komponen vital yang umumnya terbuat dari bahan semikonduktor.
      multicrystalline silicon adalah bahan yang paling banyak dipakai dalam industri solar
      cell. Multicrystalline dan monocrystalline silicon menghasilkan efisiensi yang relativ
      lebih tinggi daripada amorphous silicon. Sedangkan amorphus silicon dipakai karena
      biaya yang relativ lebih rendah. Selain dari bahan nonorganik diatas dipakai pula
      molekul-molekul organik walaupun masih dalam tahap penelitian.Sebagai salah satu
      ukuran performansi solar cell adalah efisiensi. Yaitu prosentasi perubahan energi cahaya
      matahari menjadi energi listrik. Efisiensi dari solar cell yang sekarang diproduksi sangat
      bervariasi. Monocrystalline silicon mempunyai efisiensi 12~15 %. Multicrystalline
      silicon mempunyai efisiensi 10~13 %. Amorphous silicon mempunyai efisiensi 6~9 %.
      Tetapi dengan penemuan metode-metode baru sekarang efisiensi dari multicrystalline
      silicon dapat mencapai 16.0 % sedangkan monocrystalline dapat mencapai lebih dari 17
      %. Bahkan dalam satu konferensi pada September 2000, perusahaan Sanyo
      mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi solar cell yang mempunyai efisiensi
      sebesar 20.7 %. Ini merupakan efisiensi yang terbesar yang pernah dicapai.Tenaga listrik
      yang dihasilkan oleh satu solar cell sangat kecil maka beberapa solar cell harus
      digabungkan sehingga terbentuklah satuan komponen yang disebut module. Produk yang
      dikeluarkan oleh industri-industri solar cell adalah dalam bentuk module ini.

      Pada applikasinya, karena tenaga listrik yang dihasilkan oleh satu module masih cukup kecil
      (rata-rata maksimum tenaga listrik yang dihasilkan 130 W) maka dalam pemanfaatannya
      beberapa module digabungkan dan terbentuklah apa yang disebut array. Sebagai contoh
      untuk menghasilkan listrik sebesar 3 kW dibutuhkan array seluas kira-kira 20 ~ 30 meter
      persegi. Secara lebih jelas lagi, dengan memakai module produksi Sharp yang bernomor
      seri NE-J130A yang mempunyai efisiensi 15.3% diperlukan luas 23.1m2 untuk
      menghasilkan listrik sebesar 3.00 kW. Besarnya kapasitas PLTS yang ingin dipasang
      menambah luas area pemasangan.Untuk lebih jelasnya, hirarki module dapat dilihat pada









      Teknologi Module

        
      Building – Intergreated Modul
               Selain dari pencarian bahan-bahan baru untuk meningkatkan efisiensi module yang
      nantinya akan meningkatkan tenaga listrik dengan luas yang sama, maka trend sekarang
      adalah memberikan nilai tambah module itu dengan menjadikan module sebagai bagian
      dari bangunan yang menambah keindahan bangunan tersebut dan menambah
      kenyamanan orang-orang yang tinggal di dalamnya.Disamping akan mengurangi biaya
      karena tidak diperlukan lagi biaya untuk pemasangan atap. 
               Dari segi module sebagai  komponen pembangkit listrik tidak ada perubahan dalam 
      performansi yang dituntut.Tetapi dari segi module sebagai bahan bangunan maka diperlukan syarat
      tambahan, seperti syarat kekuatan, daya tahan terhadap hujan, angin, petir dan gangguan
      luar lainnya. Selain itu bagi para arsitektur syarat keindahan arsitektur juga diperlukan.
      Gambar di bawah ini memperlihatkan contoh module yang dipakai juga sebagai bahan atap bagunan 



      AC module 
      Seperti yang telah diterangkan diatas module adalah komponen yang merubah energi
      cahaya matahari menjadi energi listrik. Listrik yang dihasilkan adalah DC. Untuk dapat
      dimanfaatkan lebih banyak lagi biasanya listrik DC ini dirubah menjadi AC. Untuk
      diubah maka listrik DC dari beberapa module digabungkan dan dikonversikan menjadi
      AC dengan alat yang disebut power conditioner. Karena menggabungkan listrik dari
      beberapa module maka sistim pengkabelannnya menjadi rumit dan kapasitas yang
      dibutuhkan dari power conditionernya pun menjadi besar.Untuk mengatasi persoalan ini,
      maka sekarang dikembangkan apa yang disebut AC module. Yaitu module yang langsung
      menghasilkan listrik AC. Secara prinsip tidak ada perubahaan yang terjadi, tetapi secara
      teknologi diperlukan power conditioner berskala kecil yang dapat dipasang di belakang
      module.Contoh power conditioner yang sekarang banyak dipasarkan .


      Power Conditioner JH40EK 

      Power conditioner JH40EK adalah produk dari Sharp yang dapat dihubungkan dengan 8~9 lembar module.
      Berat dari alat ini adalah sebesar 25 kg.Dua trend diatas adalah lebih pada pemberian nilai tambah module agar pemanfaatannya lebih luas lagi. Disamping dua hal tadi untuk
      mendukung perkembangan agar makin memasyarakatnya Pembangkit listrik tenaga surya
      maka dicari metode-metode baru untuk menurunkan biaya per watt listrik yang dihasilkan.


        



      KELISTRIKAN PANEL SURYA

      Pembangkit Listrik Tenaga Surya

      Kondisi bumi kita kian lama kian mengenaskan karena tercemarnya lingkungan dari efek
      rumah kaca (greenhouse effect) yang menyebabkan global warming, hujan asam,
      rusaknya lapisan ozon hingga hilangnya hutan tropis. Semua jenis polusi itu rata-rata
      akibat dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, uranium, plutonium, batu
      bara dan lainnya yang tiada hentinya. Padahal kita tahu bahwa bahan bakar dari fosil
      tidak dapat diperbaharui, tidak seperti bahan bakar non-fosil.
      Dengan kondisi yang sudah sedemikian memprihatinkan, gerakan hemat energi
      sudah merupakan keharusan di seluruh dunia. Salah satunya dengan hemat bahan bakar
      dan menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga
      angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya. Duniapun sudah mulai
      merubah tren produksi dan penggunaan bahan bakarnya, dari bahan bakar fosil beralih ke
      bahan bakar non-fosil, terutama tenaga surya yang tidak terbatas
      .
             Digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja : bangunan besar, pabrik,
      perumahan, dan lainnya. Selain persediaannya tanpa batas, tenaga surya nyaris tanpa
      dampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya.Di negara-negara
      industri maju seperti Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa dengan
      bantuan subsidi dari pemerintah telah diluncurkan program-program untuk
      memasyarakatkan listrik tenaga surya ini. Tidak itu saja di negara-negara sedang
      berkembang seperti India, Mongol promosi pemakaian sumber energi yang dapat
      diperbaharui ini terus dilakukan. Untuk lebih mengetahui apa itu pembangkit listrik
      tenaga surya atau kami singkat dengan PLTS maka dalam tulisan ini akan dijelaskan
      secara singkat komponen-komponen yang membentuk PLTS, sistim kelistrikan tenaga
      surya dan trend teknologi yang ada.


      Kosep Kerja Sistem PLTS 
      Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan salah satu bentuk energi dari sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tanpa ada bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sistem selsurya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan.Badingkan dengan sebuah generator listrik, ada bagian yang berputar dan memerlukan bahan bakar untuk dapat menghasilkan listrik. Suaranya bising. Selain itu gas buang yang dihasilkan dapat menimbulkan efek gas rumah kaca (green house gas) yang pengaruhnya dapat merusak ekosistem planet bumi kita.

      Sistem sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Yang sering digunakan adalah modul sel surya 20 watt atau 30 watt. Modul sel surya itu menghasilkan energi listrik yang proporsional dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari.
      Rangkaian kontroler pengisian aki dalam sistem sel surya itu merupakan rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian akinya. Kontroler ini dapat mengatur tegangan aki dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila tegangan turun sampai 10,8 volt, maka kontroler akan mengisi aki dengan panel surya sebagai sumber dayanya. Tentu saja proses pengisian itu akan terjadi bila berlangsung pada saat ada cahaya matahari. Jika penurunan tegangan itu terjadi pada malam hari, maka kontroler akan memutus pemasokan energi listrik. Setelah proses pengisian itu berlangsung selama beberapa jam, tegangan aki itu akan naik. Bila tegangan aki itu mencapai 13,2 volt, maka kontroler akan menghentikan proses pengisian aki itu.
      Rangkaian kontroler pengisian itu sebenarnya mudah untuk dirakit sendiri. Tapi, biasanya rangkaian kontroler ini sudah tersedia dalam keadaan jadi di pasaran. Memang harga kontroler itu cukup mahal kalau dibeli sebagai unit tersendiri. Kebanyakan sistem sel surya itu hanya dijual dalam bentuk paket lengkap yang siap pakai. Jadi, sistem sel surya dalam bentuk paket lengkap itu jelas lebih murah dibandingkan dengan bila merakit sendiri.
      Biasanya panel surya itu letakkan dengan posisi statis menghadap matahari. Padahal bumi itu bergerak mengelilingi matahari. Orbit yang ditempuh bumi berbentuk elip dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya. Karena matahari bergerak membentuk sudut selalu berubah, maka dengan posisi panel surya itu yang statis itu tidak akan diperoleh energi listrik yang optimal. Agar dapat terserap secara maksimum, maka sinar matahari itu harus diusahakan selalu jatuh tegak lurus pada permukaan panel surya.
                  Jadi, untuk mendapatkan energi listrik yang optimal, sistem sel surya itu masih harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler optional untuk mengatur arah permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari sedemikian rupa sehingga sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel suryanya. Kontroler seperti ini dapat dibangun, misalnya, dengan menggunakan mikrokontroler 8031. Kontroler ini tidak sederhana, karena terdiri dari bagian perangkat keras dan bagian perangkat lunak. Biasanya, paket sistem sel surya yang lengkap belum termasuk kontroler untuk menggerakkan panel surya secara otomatis supaya sinar matahari jatuh tegak lurus. Karena itu, kontroler macam ini cukup mahal.


       

      Contoh PLTS Aplikasi Mandiri
       

       PHOTOVOLTAIC Cara kerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan
      menggunakan Grid-Connected panel sel surya Photovoltaic untuk perumahan :
      .
      Modul sel surya Photovoltaic merubah energi surya menjadi arus listrik DC. Arus listrik
      DC yang dihasilkan ini akan dialirkan melalui suatu inverter (pengatur tenaga) yang
      merubahnya menjadi arus listrik AC, dan juga dengan otomatis akan mengatur seluruh
      sistem. Listrik AC akan didistribusikan melalui suatu panel distribusi indoor yang akan
      mengalirkan listrik sesuai yang dibutuhkan peralatan listrik. Besar dan biaya konsumsi
      listrik yang dipakai di rumah akan diukur oleh suatu Watt-Hour Meters.
      Komponen utama sistem surya fotovoltaik adalah modul yang merupakan unit
      rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk membuat modul fotovoltaik secara
      pabrikasi bisa menggunakan teknologi kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal
      dapat dibuat dengan teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk membuat sel
      fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi.

      Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel fotovoltaik yang dihubungkan secara seri dan paralel. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul sel surya yaitu sebesar 60% dari biaya total. Jadi, jika modul sel surya itu bisa diproduksi di dalam negeri berarti akan bisa menghemat biaya pembangunan PLTS. Untuk itulah, modul pembuatan sel surya di Indonesia tahap pertama adalah membuat bingkai (frame), kemudian membuat laminasi dengan sel-sel yang masih diimpor. Jika permintaan pasar banyak maka pembuatan sel dilakukan di dalam negeri. Hal ini karena teknologi pembuatan sel surya dengan bahan silikon single dan poly cristal secara teoritis sudah dikuasai. Dalam bidang fotovoltaik yang digunakan pada PLTS, Indonesia ternyata telah melewati tahapan penelitian dan pengembangan dan sekarang menuju tahapan pelaksanaan dan instalasi untuk elektrifikasi untuk pedesaan.


      Teknologi ini cukup canggih dan keuntungannya adalah harganya murah, bersih, mudah dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat. Sedangkan kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah investasi awal yang besar dan harga per kWh listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena memerlukan subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan inverter sesuai dengan kebutuhannya.
      Bahan sel surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material adhesive transparan yang
      melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-refleksi untuk
      menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan, semi-
      konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan medan
      listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk mengirim elektron
      ke perabot listrik.
      Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktor
      dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-
      konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh
      perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan
      sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan
      aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan
      akhir untuk digunakan pada perabot listrik
      .
       


      Sabtu, 22 Januari 2011

      Istilah Kelistrika Pada PUIL 2000

      Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000
      PUIL 2000

      Persyaratan umum instalansi listrik 2000 (puil 2000) merupakan

      Definisi Istilah Kelistrikan Pada PUIL 2000

      Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000 (PUIL 2000) merupakan hasil penyempurnaan Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987 dengan memperhatikan standar IEC, terutama terbitan TC 64 “Electrical Installations of Buildings” dan standar internasional lainnya yang berkaitan.

      Berikut adalah definisi dari istilah-istilah kelistrikan yang sering kita temui. Diurutkan berdasarkan urutan alpahabet.

      Anda dapat mendownload PUIL 2000, disini.

      A

      aparat (listrik),
      lihat definisi radas.

      armatur
      luminair tanpa lampu, lihat definisi luminair.

      arus beban lebih (suatu sirkit)
      arus lebih yang terjadi dalam sirkit pada waktu tidak ada gangguan listrik.
      (overload current (of a circuit)) – IEV 826-05-07.

      arus bocoran
      a) (pada suatu instalasi) – arus yang dalam keadaan tidak ada gangguan mengalir ke bumi atau ke bagian konduktif ekstra dalam sirkit;

      CATATAN: Arus ini dapat mempunyai komponen kapasitif termasuk yang dihasilkan dari penggunaan kapasitor yang disengaja. (leakage current (in an installation)) – IEV 826-03-08.

      b) arus dalam lintas lain selain yang diinginkan karena isolasi tidak sempurna.
      (leakage current (syn. earth current)) – IEV 151-03-35.

      arus bocoran bumi
      semua arus bocoran dan arus kapasitif antara suatu penghantar dan bumi.
      (earth current) – IEV 151.

      arus gangguan
      arus yang mengalir di titik tertentu pada jaringan listrik karena gangguan di titik lain pada jaringan tersebut. (fault current) – IEV 603-02-25.

      arus hubung pendek

      a) arus lebih yang diakibatkan oleh gangguan impedans yang sangat kecil mendekati nol antara dua penghantar aktif yang dalam kondisi operasi normal berbeda potensialnya. (short-circuit current) – IEV 441.

      b) arus lebih karena hubung pendek yang disebabkan oleh gangguan atau hubungan yang
      salah pada sirkit listrik. (short-circuit current) – IEV 441.

      c) arus yang mengalir di titik tertentu pada jaringan listrik akibat hubungan pendek di titik lain pada jaringan tersebut. (short-circuit current) – IEV 603-02-27.

      arus lebih

      a) arus dengan nilai melebihi nilai pengenal tertinggi; (overcurrent) – IEV 151, 441.

      b) setiap arus yang melebihi nilai pengenalnya; untuk penghantar, nilai pengenalnya adalah Kemampuan Hantar Arus (KHA) penghantar yang bersangkutan.
      (overcurrent) – IEV 826-05-06.

      arus operasi (arus kerja)
      nilai arus yang pada atau di atas nilai tersebut pelepas (release) dapat bekerja.
      (operating current (of an overcurrent release)) – IEV 441-16-45.

      arus pengenal

      a) arus operasi yang mendasari pembuatan perlengkapan listrik.

      b) (belitan suatu transformator) – arus yang mengalir lewat terminal saluran suatu belitan transformator, yang diperoleh dengan membagi daya pengenal oleh tegangan pengenal belitan tersebut dan faktor fase yang tepat. (rated current (of a winding of a transformer)) – IEV 421-04-05.

      arus sisa
      jumlah aljabar nilai arus sesaat, yang mengalir melalui semua penghantar aktif suatu sirkit pada suatu titik instalasi listrik.
      (residual current) – IEV 826-03-09.

      arus sisa operasi
      arus terkecil yang dapat mengetripkan gawai proteksi arus sisa dalam waktu yang
      ditentukan.

      arus trip (arus bidas)
      arus yang menyebabkan gawai proteksi bekerja.

      B

      bagian aktif
      penghantar atau bagian konduktif yang dimaksudkan untuk dilistriki pada pemakaian normal; termasuk di dalamnya penghantar netral, tetapi berdasarkan perjanjian (konvensi) tidak termasuk penghantar PEN.

      CATATAN Bagian aktif ini tidak berarti dapat menyebabkan risiko kejut listrik. (live part) – IEV 826-03-01.

      bagian konduktif
      bagian yang mampu menghantarkan arus walaupun tidak harus digunakan untuk mengalirkan arus pelayanan. (conductive part) – IEV 441-11-09.

      Bagian Konduktif Ekstra (BKE)
      bagian konduktif yang tidak merupakan bagian dari instalasi listrik dan dapat menimbulkan potensial, biasanya potensial bumi. (extraneous conductive part) – IEV 826-03-03.

      Bagian Konduktif Luar (BKL)
      lihat definisi Bagian Konduktif Ekstra.

      Bagian Konduktif Terbuka (BKT)

      a) bagian konduktif yang gampang tersentuh dan biasanya tak bertegangan, tetapi dapat bertegangan jika terjadi gangguan.

      CATATAN 1 Bagian Konduktif Terbuka yang khas adalah dinding selungkup, gagang operasi, dan lain-lain. (exposed conductive part) – IEV 826-03-02.

      b) bagian konduktif perlengkapan listrik yang dapat tersentuh dan biasanya tidak
      bertegangan, tetapi dapat bertegangan jika terjadi gangguan.

      CATATAN 2 Bagian konduktif perlengkapan l istrik yang hanya dapat bertegangan dalam kondisi gangguan melalui BKT tidak dianggap sebagai BKT. (exposed conductive part) – IEV 441-11-10.

      bahan kebal bakar
      bahan yang tidak akan terbakar selama pemakaiannya sesuai dengan tugas yang diperuntukkan baginya; atau tidak akan terus menyala setelah dibakar.

      baterai kotak
      perlengkapan hubung bagi (PHB) yang terdiri atas beberapa kotak yang umumnya sejenis seperti kotak rel, kotak cabang, kotak pengaman lebur, dan kotak sakelar yang dirakit menjadi satu.

      beban lebih

      a) Kelebihan beban aktual melebihi beban penuh.

      CATATAN : Istilah "beban lebih" tidak digunakan sebagai sinonim arus lebih (overload) – IEV 151, 441-11-08.

      b) Keadaan operasi dalam sirkit yang menimbulkan arus lebih, meskipun sirkit itu secara listrik tidak rusak.

      beban penuh
      nilai beban tertinggi yang ditetapkan untuk kondisi pengenal operasi. (full load) – IEV 151-03-16.

      bumi
      massa konduktif bumi, yang potensial listriknya di setiap titik mana pun menurut konvensi sama dengan nol. (earth) – IEV 151-01-07.

      C

      celah proteksi
      celah dengan jarak tertentu sehingga, jika terjadi gangguan dalam sirkit, akan bekerja sebagai proteksi dengan cara mengalirkan arus melalui celah tersebut, sesuai dengan tingkat proteksi yang dikehendaki.

      celah tegangan lebih
      celah proteksi yang bekerja sebagai proteksi berdasarkan tegangan lebih tertentu yang terjadi karena gangguan dalam sirkit yang bersangkutan.

      E

      elektrode batang
      elektrode dari pipa logam, baja profil, atau batang logam lainnya yang dipancangkan ke bumi.

      elektrode bumi
      bagian konduktif atau kelompok bagian konduktif yang membuat kontak langsung dan memberikan hubungan listrik dengan bumi. (earth electrode) – IEV 826-04-02, 461-06-18, 195-02-01, 604-04-03..

      elektrode gradien potensial
      elektrode sistem pembumian, yang dipasang khusus untuk menurunkan tegangan langkah.

      elektrode pelat
      elektrode dari bahan logam pejal atau berlubang, pada umumnya ditanam dalam-dalam.

      elektrode pita
      elektrode yang dibuat dari penghantar berbentuk pipih, bundar, atau pilin yang pada
      umumnya ditanam secara dangkal.

      elemen lebur
      bagian dari pengaman lebur yang dirancang agar lebur bila pengaman lebur bekerja (fuse-element) – IEV 441

      G

      gangguan

      a) segala perubahan yang tidak dikehendaki, yang melemahkan kerja normal;

      b) kejadian yang tidak direncanakan atau kerusakan pada barang, yang dapat mengakibatkan satu kegagalan atau lebih, baik pada barang itu sendiri, ataupun pada perlengkapan yang berhubungan dengan barang itu.

      (fault) – IEV 151-03-39, 604-02-01.

      gangguan bumi

      a) kegagalan isolasi antara penghantar dan bumi atau kerangka.

      b) gangguan yang disebabkan oleh penghantar yang terhubung ke bumi atau karena resistans isolasi ke bumi menjadi lebih kecil daripada nilai tertentu.

      (earth fault) – IEV 195-04-14.

      gangguan isolasi
      cacat pada isolasi perlengkapan, yang dapat mengakibatkan dielektrik tertembus atau arus abnormal mengalir lewat isolasi. (insulation fault) – IEV 604-02-02.

      gangguan permanen
      gangguan yang mempengaruhi gawai dan menghalangi kepulihan pelayanannya selama belum ada tindak perbaikan atas titik gangguan. (permanent fault) – IEV 604-02-10.

      gawai (listrik)
      perlengkapan listrik yang digunakan dalam kaitan dengan, atau sebagai pembantu pada, perlengkapan listrik lain; misalnya termostat, sakelar, atau transformator instrumen. (device) – IEEE, dictionary.

      Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS)
      gawai yang digunakan sebagai pemutus, yang peka terhadap arus sisa, yang dapat secara otomatis memutuskan sirkit termasuk penghantar netralnya, dalam waktu tertentu bila arus sisa yang timbul karena terjadinya kegagalan isolasi melebihi nilai tertentu sehingga bertahannya tegangan sentuh yang terlalu tinggi dapat dicegah.

      Gawai Proteksi Arus Lebih (GPAL)
      gawai penyakelaran mekanis atau sekumpulan gawai yang dirancang untuk menyebabkan terbukanya kontak jika arus lebih mencapai nilai yang diberikan dalam kondisi yang ditentukan.

      H

      hubung pendek
      hubungan antara dua titik atau lebih dalam suatu sirkit melalui impedans yang sangat kecil mendekati nol. (short-circuit) – IEV 441.

      I

      instalasi darurat
      instalasi yang digunakan u ntuk penerangan dan tenaga listrik pada waktu terjadi gangguan pada sistem penyuplai tenaga listrik dan penerangan yang normal.

      instalasi domestik
      instalasi dalam bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal.

      instalasi pelanggan
      instalasi listrik yang terpasang sesudah meter di rumah atau pada bangunan.

      instalasi lampu luah tabung gas
      instalasi penerangan yang menggunakan lampu tabung gas dan bekerja pada tegangan di atas 1000 V (TM atau TT); misalnya penerangan tanda dan penerangan bentuk.

      instalasi listrik bangunan
      rakitan perlengkapan listrik pada bangunan yang berkaitan satu sama lain, untuk memenuhi tujuan atau maksud tertentu dan memiliki karakteristik terkoordinasi.
      (electrical installation (of building)) – IEV 826-01-01.

      instalasi listrik desa
      instalasi untuk pembangkitan, pendistribusian, pelayanan, dan pemakaian tenaga listrik di desa.

      instalasi listrik pasangan dalam
      instalasi listrik yang ditempatkan dalam bangunan tertutup sehingga terlindung dari pengaruh langsung cuaca.

      instalasi listrik pasangan luar
      instalasi listrik yang tidak ditempatkan dalam bangunan sehingga terkenai pengaruh langsung cuaca.

      instalasi pembangunan
      instalasi yang digunakan selama masa pembangunan, pemugaran, pembongkaran atau perombakan gedung dengan pengawatan yang khusus untuk penerangan dan tenaga listrik.

      instalasi sementara
      instalasi listrik yang pemakaiannya ditetapkan untuk suatu tempat tertentu untuk jangka waktu sementara sesuai dengan standar/ketentuan yang berlaku paling lama tiga bulan, dan tidak boleh dipakai di tempat lain.

      instrumen
      gawai untuk mengukur nilai kuantitas sesuatu yang diamati. (instrument) – IEEE, dictionary

      inti kabel
      rakitan yang mencakup penghantar beserta isolasinya (dan tabir tapisnya jika ada). (core (of a cable)) - IEV 461-04-04

      isolasi

      a) (sebagai bahan) - segala jenis bahan yang dipakai untuk menyekat sesuatu;

      b) (pada kabel) - bahan yang dipakai untuk menyekat penghantar dari penghantar lain, dan dari selubungnya, jika ada;

      c) (pada perlengkapan) - sifat dielektrik semua bahan isolasi perlengkapan;

      d) (sebagai sifat) - segala sifat yang terdapat pada penghantar karena pengisolasian penghantar.

      (Insulation) – IEV 195-06-06, 195-06-07, 195-06-08, 195-06-09, 195-02-41.

      isolasi dasar
      isolasi yang diterapkan p ada bagian aktif untuk memberikan proteksi dasar terhadap kejut listrik.

      CATATAN ke dalam isolasi dasar tidak termasuk isolasi yang digunakan secara khusus untuk tujuan fungsional.
      (basic insulation) - IEV 826-03-17

      isolasi diperkuat
      isolasi bagian aktif yang berbahaya yang memproteksi manusia dari kejut listrik setara dengan isolasi ganda.
      (reinforced insulation) - IEV 826-03-20

      isolasi ganda
      isolasi yang mencakup isolasi dasar dan isolasi suplemen.
      (double insulation) - IEV 826-03-19

      isolasi suplemen
      isolasi independen yang diterapkan sebagai tambahan pada isolasi dasar agar memberikan proteksi untuk manusia dari kejut listrik dalam kejadian kegagalan isolasi.
      (supplementary insulation) IEV 826-03-18

      J

      jangkauan tangan
      daerah yang dapat dicapai oleh uluran tangan dari tempat berdiri, tanpa menggunakan sarana apapun.
      (arm’s reach) IEV 195-06-12, 826-03-11.

      jarak bebas
      jarak antara dua bagian konduktif yang sama dengan rentangan tali terpendek antara bagian konduktif tersebut.
      (clearance) IEV 441-17-31, 604-03-60.

      jarak udara
      jarak terpendek antara dua bagian aktif diukur melintasi udara.

      jaringan listrik
      sistem listrik yang terdiri atas penghantar dan perlengkapan listrik yang terhubung satu dengan lainnya, untuk mengalirkan tenaga listrik.
      (electrical network)

      K

      kabel berisolasi atau disingkat kabel – rakitan
      kabel yang terdiri atas :

      a) satu inti atau lebih

      b) selubung individual (jika ada)

      c) pelindung rakitan (jika ada)

      d) selubung kabel (jika ada).

      Penghantar yang tidak berisolasi tambahan dapat digolongkan sebagai kabel.
      (insulated cable) IEV 461-06-01

      kabel fleksibel
      kabel yang disyaratkan untuk mampu melentur pada waktu digunakan, dan yang struktur dan bahannya memenuhi persyaratan.
      (flexible cable) - IEV 461-06-14

      kabel tanah
      jenis kabel yang dibuat khusus untuk dipasang di permukaan atau dalam tanah, atau dalam air.
      (underground cable) IEV 601-03-05.

      keadaan darurat
      keadaan yang tidak biasa atau tidak dikehendaki yang membahayakan keselamatan manusia dan keamanan bangunan serta isinya, yang ditimbulkan oleh gangguan suplai utama listrik.

      kedap
      sifat tidak dapat dimasuki sesuatu; misalnya kedap air atau kedap debu.

      Kemampuan Hantar Arus (KHA)
      arus maksimum yang dapat dialirkan dengan kontinu oleh penghantar pada keadaan tertentu tanpa menimbulkan kenaikan suhu yang melampaui nilai tertentu.
      (current carrying capacity) IEV 826-05-05.

      kendali
      tindakan dengan maksud tertentu pada atau dalam sistem, untuk memperoleh sasaran tertentu.

      CATATAN Kendali (dapat) termasuk pemantauan (monitoring) dan pelindungan ( safe guarding) di samping tindak kendali itu sendiri.

      (control) – IEV 351.

      kontak tusuk (kotak kontak dan tusuk kontak)
      susunan gawai pemberi dan penerima arus yang dapat dipindah-pindahkan, untuk menghubungkan dan memutuskan saluran ke dan dari bagian instalasi. Kontak tusuk meliputi :

      a) kotak kontak – bagian kontak tusuk yang merupakan gawai pemberi arus;

      b) tusuk kontak – bagian kontak tusuk yang merupakan gawai penerima arus.

      Kotak Kontak Biasa (KKB)
      kotak kontak yang dipasang untuk digunakan sewaktu-waktu (tidak secara tetap) bagi peranti listrik jenis apa pun yang memerlukannya, asalkan penggunaannya tidak melebihi batas kemampuannya.


      Kotak Kontak Khusus (KKK)
      kotak kontak yang dipasang khusus untuk digunakan secara tetap bagi suatu jenis peranti listrik tertentu yang diketahui daya mau pun tegangannya.

      kotak sambung
      kotak pada sambungan kabel yang melindungi isolasi kabel terhadap udara dan air.

      L

      lengkapan
      gawai yang melakukan tugas kecil atau sampingan sebagai tambahan, yang berhubungan dengan tetapi bukan bagian perlengkapan.
      (accessory) - IEC 581

      luminair
      unit penerangan yang lengkap, terdiri atas satu lampu atau lebih dengan bagian yang dirancang untuk mendistribusikan cahaya, dan menempatkan, melindungi, serta menghubungkan lampu ke suplai daya.

      P

      panel hubung bagi
      perlengkapan hubung bagi yang pada tempat pelayanannya berbentuk suatu panel atau kombinasi panel-panel, terbuat dari bahan konduktif atau tidak konduktif yang dipasang pada suatu rangka yang dilengkapi dengan perlengkapan listrik seperti sakelar, kabel dan rel. Perlengkapan hubung bagi yang dibatasi dan dibagi-bagi dengan baik menjadi petak-petak yang tersusun mendatar dan tegak dianggap sebagai satu panel hubung bagi.

      pemanfaat listrik
      perlengkapan yang dimaksudkan untuk mengubah energi listrik menjadi energi bentuk lain, misalnya cahaya, bahang, tenaga gerak.
      (current-using equipment) – IEV 826-07-02.

      pembebanan intermiten
      pembebanan periodik dengan waktu kerja tidak melampaui 4 menit diselingi dengan waktu istirahat (beban nol atau berhenti), yang cukup lama untuk mendinginkan penghantar sampai suhu kelilingnya.

      pembebanan singkat
      pembebanan dengan waktu kerja singkat, tidak melampaui 4 menit, disusul dengan waktu istirahat yang cukup lama, sehingga penghantar menjadi dingin kembali sampai suhu keliling.

      pembumian
      penghubungan suatu titik sirkit listrik atau suatu penghantar yang bukan bagian dari sirkit listrik, dengan bumi menurut cara tertentu.
      (earthing)

      pemisah
      gawai untuk memisahkan atau menghubungkan sirkit dalam keadaan tidak atau hampir tidak berbeban.
      (Isolator) -

      pemutus sirkit (pemutus tenaga)
      sakelar mekanis yang mampu menghubungkan, mengalirkan dan memutuskan arus pada kondisi sirkit normal, dan juga mampu menghubungkan, mengalirkan untuk jangka waktu tertentu dan memutuskan secara otomatis arus pada kondisi sirkit tidak normal tertentu, seperti pada kondisi hubung pendek
      (circuit-breaker) – IEV 441

      pengaman lebur (sekering)
      gawai penyakelaran dengan peleburan satu komponen atau lebih yang dirancang khusus dan sebanding, yang membuka sirkit tempat pengaman lebur disisipkan dan memutus arus bila arus tersebut melebihi nilai yang ditentukan dalam waktu yang sesuai.

      CATATAN Pengaman lebur meliputi semua bagian yang membentuk gawai penyakelaran yang utuh.
      (fuse) – IEC 60269-1

      pengedapan (pemakalan)
      proses penutupan celah komponen agar mampu menahan masuknya kotoran.
      (sealing) - IEV 461-10-02.

      penghantar aktif
      setiap penghantar dari sistem suplai yang mempunyai beda potensial dengan netral atau dengan penghantar yang dibumikan. Dalam sistem yang tidak memiliki titik netral, semua penghantar harus dianggap sebagai penghantar aktif
      (active conductor ) - SAA 0.5.4

      penghantar bumi
      penghantar dengan impedans rendah, yang secara listrik menghubungkan titik yang tertentu pada suatu perlengkapan (instalasi atau sistem) dengan elektrode bumi.
      (earth conductor) – IEC MDE, 1983, p.76

      penghantar netral (N)
      penghantar (berwarna biru) yang dihubungkan ke titik netral sistem dan mampu membantu mengalirkan energi listrik.
      (neutral conductor) – IEC MDE, 1983, p.76

      penghantar PEN (nol)
      penghantar netral yang dibumikan dengan menggabungkan fungsi sebagai penghantar proteksi dan penghantar netral.

      CATATAN Singkatan PEN dihasilkan dari penggabungan lambang PE untuk penghantar proteksi dan N untuk penghantar netral.
      (PEN conductor) – IEC MDE, 1983, p.76, IEV 826-04-06.

      penghantar pembumian

      a) penghantar berimpedans rendah yang dihubungkan ke bumi;

      b) penghantar proteksi yang menghubungkan terminal pembumi utama atau batang ke elektrode bumi.
      (earthing conductor) – IEC MDE, 1983, p.76


      penghantar pilin
      penghantar yang terdiri atas satu pilinan, atau sejumlah pilinan yang dipintal jadi satu tanpa isolasi di antaranya.

      penghantar proteksi (PE)
      penghantar untuk proteksi dari kejut listrik yang menghubungkan bagian berikut : bagian konduktif terbuka, bagian konduktif ekstra, terminal pembumian utama, elektrode bumi, titik sumber yang dibumikan atau netral buatan.
      (protective conductor) – IEC MDE, 1983, p.77

      penyakelaran (switsing)
      proses penghubungan atau pemutusan aliran/arus dalam satu sirkit atau lebih.
      (switching) – IEV 441.

      penyambung berpengedap (berpakal)
      penyambung yang menggunakan pengedap yang mampu menghasilkan kedap terhadap zat
      tertentu.

      peranti listrik
      barang pemanfaat listrik, biasanya merupakan unit yang sudah lengkap, pada umumnya bukan perlengkapan industri, lazim dibuat dengan ukuran atau jenis yang baku, yang mengubah energi listrik menjadi bentuk lain, biasanya bahang atau gerak mekanis, di tempat pemanfaatannya.

      Misalnya pemanggang roti, seterika listrik, mesin cuci, pengering rambut, bor genggam, dan penyaman udara.
      (electrical appliance) – IEEE dictionary

      perlengkapan genggam
      perlengkapan randah (portabel) yang dimaksudkan untuk dipegang dengan tangan dalam kerja normal, dan motornya, jika ada, merupakan bagian yang menyatu dengan perlengkapan tersebut.
      (hand-held equipment) – IEC MDE, 1983, p.148

      Perlengkapan Hubung Bagi dengan atau tanpa kendali (PHB)
      suatu perlengkapan untuk membagi tenaga listrik dan/atau mengendalikan dan melindungi sirkit dan pemanfaat listrik mencakup sakelar pemutus sirkit, papan hubung bagi tegangan rendah dan sejenisnya.

      perlengkapan listrik

      a) istilah umum yang meliputi bahan, fiting, gawai, peranti, luminair, aparat, mesin, dan lain-lain yang digunakan sebagai bagian dari, atau dalam kaitan dengan, instalasi listrik.

      b) barang yang digunakan untuk maksud-maksud seperti pembangkitan, pengubahan, transimisi distribusi atau pemanfaatan energi listrik, seperti, mesin, transformator, radas, instrumen, gawai proteksi, perlengkapan untuk pengawatan, peranti.

      (electrical equipment) – IEC MDE, 1983, p.148

      perlengkapan listrik pasangan dalam
      perlengkapan listrik yang ditempatkan dalam ruang bangunan tertutup sehingga terlindung dari pengaruh cuaca secara langsung.
      (indoor electrical equipment)


      perlengkapan listrik pasangan luar
      perlengkapan listrik yang tidak ditempatkan dalam bangunan sehingga terkena pengaruh cuaca secara langsung.
      (outdoor electrical equipment)

      perlengkapan magun (terpasang tetap)
      perlengkapan yang terpaku pada penyangga atau dalam keadaan kokoh aman di suatu tempat khusus.
      (fixed equipment) – IEC MDE, 1983, p.148

      perlengkapan pegun (stasioner)
      perlengkapan magun atau perlengkapan yang tidak mempunyai gagang untuk pegangan, dan yang mempunyai massa cukup besar sehingga tak mudah dipindah-pindah.

      CATATAN Nilai massa tersebut besarnya 18 kg atau lebih menurut standar IEC jika menyangkut peranti rumah-tangga.

      (stationary equipment) – IEC MDE, 1983, p.148

      perlengkapan portabel (randah)
      perlengkapan yang dapat dipindah-pindah ketika bekerja, atau mudah dipindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dalam keadaan tetap terhubung pada sumber listrik.
      (portable equipment) – IEC MDE, 1983, p.148

      PHB cabang
      semua PHB yang terletak sesudah PHB utama atau sesudah suatu PHB utama subinstalasi.

      PHB utama
      PHB yang menerima tenaga listrik dari saluran utama konsumen dan membagikannya ke seluruh instalasi konsumen.

      R

      radas (aparat)
      perlengkapan listrik yang biasanya terdapat dekat atau di tempat pemanfaatannya, tanpa patokan yang tegas tentang pengertian besar-kecilnya, misalnya generator, motor, transformator, atau pemutus sirkit.

      rel pembumi
      batang penghantar tempat menghubungkan beberapa penghantar pembumi.

      rancangan instalasi listrik
      berkas gambar rancangan dan uraian teknik, yang digunakan sebagai pegangan untuk melaksanakan pemasangan suatu instalasi listrik.

      resistans isolasi lantai dan dinding
      resistans antara permukaan lantai atau dinding dan bumi.

      resistans elektrode bumi
      resistans antara elektrode bumi atau sistem pembumian dan bumi acuan/referensi.

      resistans pembumian
      jumlah resistans elektrode bumi dan resistans penghantar pembumi.

      resistans pembumian total

      a) resistans dari seluruh sistem pembumian yang terukur di suatu titik,

      b) resistan antara terminal pembumian utama dan bumi

      (total earthing resistance) – IEV 826 – 04 – 03

      ruang kering
      ruang yang biasanya tidak lembab. Ruang yang kelembabannya hanya berlaku sewaktu-waktu, sehingga hampir tidak mempengaruhi mutu isolasi, meskipun kelembabannya itu
      berlangsung dalam jangka waktu lama, digolongkan dalam ruang kering.

      ruang kerja kasar
      ruang terbuka atau tertutup untuk bermacam-macam pekerjaan kasar.

      ruang kerja listrik
      ruang khusus yang digunakan untuk pemasangan dan pengusahaan perlengkapan listrik yang berbahaya dan karena itu ruang itu hanya boleh dimasuki oleh orang yang berpengetahuan tentang teknik listrik.

      ruang kerja listrik terkunci
      ruang kerja listrik yang hanya boleh dibuka dan dimasuki oleh orang yang berwenang.

      ruang lembab dan basah
      ruang terbuka atau tertutup yang demikian lembab sehingga isolasi yang baik sukar untuk dipertahankan dan resistans isolasi antara badan manusia dan bumi berkurang.

      ruang sangat panas
      ruang yang suhunya sangat tinggi dengan akibat menurunnya (tidak dapat dipertahankannya) daya sekat bahan isolasi yang lazim digunakan di tempat lain, atau menurunnya resistans listrik tubuh manusia yang berada dalam ruang itu.

      ruang uji atau laboratorium listrik
      ruang terbuka atau tertutup tempat dilakukan pemeriksaan, pengujian atau percobaan listrik, yang selama berlangsungnya pekerjaan itu hanya boleh dimasuki oleh orang yang berwenang saja.

      S

      sakelar
      gawai untuk menghubungkan dan memutuskan sirkit dan mengubahnya menjadi berbeban atau tidak.

      sakelar cabang
      sakelar untuk menghubungkan dan memisahkan masing-masing cabang.

      sakelar keluar
      sakelar pada PHB di sisi tenaga listrik keluar dari PHB tersebut.

      sakelar masuk
      sakelar pada PHB di sisi tenaga listrik masuk ke PHB tersebut.

      sakelar pemisah
      sakelar untuk memisahkan atau menghubungkan sirkit dalam keadaan tidak atau hampir tidak berbeban (lihat definisi pemutus sirkit).
      (disconnector)

      sakelar pemisah pengaman
      sarana pengamanan untuk memisahkan sirkit perlengkapan listrik dari jaringan sumber dengan menggunakan transformator pemisah atau motor generator, pemisahan dimaksudkan untuk mencegah timbulnya tegangan sentuh yang terlalu tinggi pada BKT perlengkapan yang diamankan, bila terjadi kegagalan isolasi dalam perlengkapan tersebut.
      (protective disconnector)

      sakelar utama
      sakelar masuk dan keluar pada PHB utama instalasi atau PHB utama subinstalasi.

      saluran listrik
      seperangkat penghantar, isolator dan lengkapan untuk mengalirkan energi antara dua titik suatu jaringan.
      (electrical line)

      saluran luar
      saluran yang dipasang di atas tanah dan di luar bangunan.

      sambungan rumah
      saluran listrik yang menghubungkan instalasi pelanggan dan jaringan distribusi.

      saluran tegangan rendah
      bagian jaringan tegangan rendah tidak termasuk sambungan pelayanan.

      saluran transmisi
      saluran listrik yang merupakan bagian dari suatu instalasi, biasanya terbatas pada konstruksi udara.
      (transmission line) – SAA Wiring rules

      saluran utama pelanggan
      saluran antara meter atau kotak pelayanan rumah dan PHB utama.
      (consumer’s mains) – SAA Wiring rules

      saluran utama subinstalasi
      saluran antara PHB utama dan PHB utama subinstalasi, atau saluran antar PHB utama subinstalasi.
      (subinstallation line)

      sentuh langsung
      persentuhan manusia atau ternak dengan bagian aktif.
      (direct contact) – IEV 826-03-05

      sentuh tak langsung
      persentuhan manusia atau ternak dengan bagian konduktif terbuka yang bertegangan jika terjadi gangguan.
      (indirect contact) – IEV 826-03-06

      sirkit akhir

      a) sirkit keluar dari PHB, yang dilindungi oleh pengaman lebur dan atau pemutus sirkit, dan yang menghubungkan titik beban atau pemanfaat listrik.

      b) sirkit yang terhubung langsung ke perlengkapan pemanfaat arus listrik atau ke kotak kontak.

      (final circuit) – IEV 826-05-03

      sirkit cabang
      sirkit keluar dari PHB, yang dilindungi oleh pengaman lebur dan atau pemutus tenaga, dan yang menghubungkannya ke PHB lain.
      (branch circuit)

      sistem IT atau sistem Penghantar Pengaman (HP)
      sistem yang semua bagian aktifnya tidak dibumikan, atau titik netral dihubungkan ke bumi melalui impedans. BKT instalasi dibumikan secara independen atau kolektif, atau ke pembumian sistem.

      sistem TN atau sistem Pembumian Netral Pengaman (PNP)
      sistem yang mempunyai titik netral yang dibumikan langsung, dan BKT instalasi dihubungkan ke titik tersebut oleh penghantar proteksi.

      sistem TT atau sistem Pembumi Pengaman (PP)
      sistem yang mempunyai titik netral yang dibumikan langsung dan BKT instalasi dihubungkan ke elektrode bumi yang secara listrik terpisah dari elektrode bumi sistem tenaga listrik.

      T

      tegangan
      klasifikasi sistem tegangan adalah sebagai berikut :

      a) tegangan ekstra rendah - tegangan dengan nilai setinggi-tingginya 50 V a.b. atau 120 V a.s.

      CATATAN Tegangan ekstra rendah ialah sistem tegangan yang aman bagi manusia.

      b) tegangan rendah (TR) - tegangan dengan nilai setinggi-tingginya 1000 V a.b. atau 1500 V a.s..

      c) tegangan di atas 1000 V a.b., yang mencakup :

      1) tegangan menengah (TM), tegangan lebih dari 1 kV sampai dengan 35 kV a.b. digunakan khususnya dalam sistem distribusi; (medium voltage) – IEC MDE, 1983, p.435

      2) tegangan tinggi (TT), tegangan lebih dari 35 kV a.b.

      tegangan elektrode
      tegangan antara elektrode dan titik acuan yang ditetapkan, biasanya pada katode.

      CATATAN Kecuali jika dinyatakan lain, tegangan elektrode diukur pada terminal yang tersedia.

      tegangan gangguan
      tegangan yang timbul antara dua BKT, atau antara BKT dan bumi acuan/referensi.

      tegangan langkah
      bagian tegangan elektrode bumi antara dua titik di permukaan bumi, yang jaraknya sama dengan satu langkah biasa.
      (step voltage)

      tegangan nominal

      a) (pada sistem atau perlengkapan, atau bagian sistem) – nilai tegangan yang lebih kurang sesuai untuk mengidentifikasi sistem atau gawai.

      CATATAN 1 : Nilai-nilai nominal dibakukan.
      (nominal voltage) – IEV 601

      b) (pada instalasi) – tegangan yang diperuntukkan bagi instalasi atau bagian instalasi.

      CATATAN 2 : Tegangan aktual boleh berbeda dari tegangan nominal dengan kuantitas yang dibatasi oleh toleransi.
      (nominal voltage of an instalation ) – IEV 826-02-01

      tegangan pengenal – (suatu perlengkapan atau gawai)
      tegangan yang disyaratkan oleh suatu instalasi atau oleh bagian daripadanya.

      CATATAN Tegangan yang sebenarnya boleh berbeda dari tegangan nominal sebesar toleransi yang diizinkan.

      tegangan sentuh
      tegangan yang timbul selama gangguan isolasi antara dua bagian yang dapat terjangkau dengan serempak.

      CATATAN :

      a) Berdasarkan perjanjian, istilah ini hanya dipakai dalam hubungan dengan proteksi dari sentuh tak langsung.

      b) Dalam hal tertentu, nilai tegangan sentuh dapat dipengaruhi cukup besar oleh impedans orang yang menyentuh bagian tersebut.

      (touch voltage) – IEC MDE, 1983, p.437, IEV 826-03-02

      tegangan sentuh prospektif
      tegangan sentuh tertinggi yang besar kemungkinan dapat timbul pada kejadian gangguan dengan impedans sangat kecil mendekati nol dalam instalasi listrik.
      (prospective touch voltage) – IEV 826-02-03.

      tegangan uji
      tegangan yang diberikan kepada suatu objek uji untuk menunjukkan sifat isolasi objek tersebut.

      titik beban
      titik pada sirkit akhir instalasi untuk dihubungkan dengan beban.

      titik lampu
      titik beban yang dimaksudkan untuk dihubungkan beban penerangan seperti lampu, luminair atau kabel lampu gantung.

      Kamis, 20 Januari 2011

      Fenomena Frekuensi Listrik





      Fenomena Frekuensi Listrik
                             Fenomena Frekuensi Listrik                   
      Fenomena Frekuensi Listrik

        
      Berbicara mengenai frekwensi listrik tidak lepas dari analisa dari pembangkit listrik/generator, karena sumbernya dari situ. Bagi yg non electrical yg masih kurang faham apa itu frekwensi saya coba kasih gambaran disini.

      Frekwensi sebenarnya adalah karakteristik dari tegangan yg dihasilkan oleh generator. Jadi kalau dikatakan frekwensi 50 hz, maksudnya tegangan yg dihasilkan suatu generator berubah-ubah nilainya terhadap waktu, nilainya berubah secara berulang-ulang sebanyak 50 cycle setiap detiknya. jadi tegangan dari nilai nol ke nilai maksimum (+) kemudian nol lagi dan kemudian ke nilai maksimum tetapi arahnya berbalik (-) dan kemudian nol lagi dst (kalau digambarkan secara grafik akan membentuk gelombang sinusoidal) dan ini terjadi dalam waktu yg cepat sekali, 50 cycle dalam satu detik. Jadi kalau kita perhatikan beban listrik seperti lampu, sebenarnya sudah berulang kali tegangan nya hilang (alias nol) tapi karena terjadi dalam waktu yg sangat cepat maka lampu tersebut tetap hidup.


       
      Jadi kalau kita amati fenomena ini dan mencoba bereksperimen, coba kita buat seandainya kalau frekwensinya rendah, kita ambil yg konservatif misalnya 1 hz, apa yg terjadi maka setiap satu detik tegangan akan hilang dan barulah kelihatan lampu akan hidup-mati secara berulang-ulang seperti lampu flip-flop (lihat animasi disebelah kanan).

      Dari analisa diatas kita bisa tarik kesimpulan bahwa untuk kestabilan beban listrik dibutuhkan frekwensi yg tinggi supaya tegangan menjadi benar-benar halus (tidak terasa hidup-matinya). Nah sekarang timbul pertanyaan kenapa 50 hz atau 60 hz kenapa gak dibuat saja yg tinggi sekalian 100 hz atau 1000 hz biar benar-benar halus. untuk memahami ini terpaksa kita harus menelusuri analisa sampai ke generatornya. Tegangan yg berfrekwensi ini yg biasa disebut juga tegangan bolak-balik (alternating current) atau VAC, frekwensinya sebanding dengan putaran generator. Secara formula N = 120f/P
      N = putaran (rpm)
      f = frekwensi (hz)
      P = jumlah kutub generator, umumnya P = 4

      Dengan menggunakan rumus diatas, untuk menghasilkan frekwensi 50 hz maka generator harus diputar dengan putaran N = 1500 rpm, dan untuk menghasilkan frekwensi 60 hz maka generator perlu diputar dengan putaran 1800 rpm, jadi semakin kencang kita putar generatornya semakin besarlah frekwensinya. Nah setelah itu apa masalahnya? kenapa gak kita putar saja generatornya dengan putaran super kencang biar menghasilkan frekwensi yg besar sehingga tegangan benar2 halus. Kalau kita ingin memutar generator maka kita membutuhkan turbine, semakin tinggi putaran yg kita inginkan maka semakin besarlah daya turbin yg dibutuhkan, dan selanjutnya semakin besarlah energi yg dibutuhkan untuk memutar turbin. Kalau sumber energinya uap maka makin banyaklah uap yg dibutuhkan, dan makin besar jumlah bahan bakar yg dibutuhkan, dst dst.

      Para produsen generator maupun turbine tentunya mempunyai batasan dan tentunya setelah para produsen bereksperimen puluhan tahun dengan mempertimbangkan segala sudut teknis maka dibuatlah standard yangg 50 hz dan 60 hz itu, yg tentunya dinilai cukup efektif untuk kestabilan beban dan effisien dari sisi teknis maupun ekonomis. Eropa menggunakan 50 hz dan Amerika menggunakan 60 hz. Setelah adanya standarisasi maka semua peralatan listrik di desain mengikuti ketentuan ini. Jadi logikanya kalau 50 hz atau 60 hz saja sudah mampu membuat lampu tidak kelihatan kedap-kedip untuk apalagi dibuat frekwensi lebih tinggi yg akan memerlukan turbine super kencang dan sumber energi lebih banyak sehingga tidak efisien.

      Baik tegangan maupun frekwensi dari generator bisa berubah-ubah besarnya berdasarkan range dari beban nol ke beban penuh. sering kita temui spesifikasi menyebutkan tegangan plus minus 10% dan frekwensi plus minus 5%. Ini artinya sistim supplai listrik/generator harus di desain pada saat beban penuh tegangan tidak turun melebihi 10% dan pada saat beban nol tegangan tidak naik melebihi 10%, begitu juga dengan frekwensi.

      Karateristik Beberapa Jenis Gambar Listrik


      Seperti telah kita ketahui, bahwa untuk pelaksanaan penyaluran energi listrik dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berupa saluran udara dan kabel tanah. Pada saluran Udara, terutama hantaran udara telanjang biasanya banyak menggunakan kawat penghantar yang terdiri atas: kawat tembaga telanjang (BCC, singkatan dari Bare Cooper Cable), Aluminium telanjang (AAC, singkatan dari All Aluminium Cable), Campuran yang berbasis aluminium (Al-Mg-Si), Aluminium berinti baja (ACSR, singkatan dari Aluminium Cable Steel Reinforced) dan Kawat baja yang berisi lapisan tembaga (Cooper Weld).

      Sedangkan pada saluran kabel tanah, biasanya banyak menggunakan kabel dengan penghantar jenis tembaga dan aluminium, perkembangan yang sangat dominan pada saluran kabel tanah adalah dari sisi bahan isolasinya, dimana pada saat awal banyak menggunakan isolasi berbahan kertas dengan perlindungan mekanikal berupa timah hitam, kemudian menggunakan minyak ( jenis kabel ini dinamakan GPLK atau Gewapend Papier Lood Kabel yang merupakan standar belanda dan NKBA atau Normal Kabel mit Bleimantel Aussenumheullung yang merupakan standar jerman, dan jenis bahan isolasi yang terkini adalah isolasi buatan berupa PVC (Polyvinyl Chloride) dan XLPE (Cross-Linked Polyethylene). Jenis bahan isolasi PVC dan XLPE pada saat ini telah berkembang pesat dan merupakan bahan isolasi yang andal.

      Di waktu yang lalu, bahan yang banyak digunakan untuk saluran listrik adalah jenis tembaga (Cu). Namun karena harga tembaga yang tinggi dan tidak stabil bahkan cenderung naik, aluminium mulai dilirik dan dimanfaatkan sebagai bahan kawat saluran listrik, baik saluran udara maupun saluran kabel tanah. Lagipula, kawat tembaga sering dicuri karena bahannya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan berbagai produk lain.

      Suatu ikhtisar akan disampaikan dibawah ini mengenai berbagai jenis logam atau campurannya yang dipakai untuk kawat saluran listrik, yaitu:

      • Tembaga elektrolitik, yang harus memenuhi beberapa syarat normalisasi, baik mengenai daya hantar listrik maupun mengenai sifat-sifat mekanikal.

      • Brons, yang memiliki kekuatan mekanikal yang lebih besar, namun memiliki daya hantar listrik yang rendah. Sering dipakai untuk kawat pentanahan.

      • Aluminium, yang memiliki kelebihan karena materialnya ringan sekali. Kekurangannya adalah daya hantar listrik agak rendah dan kawatnya sedikit kaku. Harganya sangat kompetitif. Karenanya merupakan saingan berat bagi tembaga, dan dapat dikatakan bahwa secara praktis kini mulai lebih banyak digunakan untuk instalasi-instalasi listrik arus kuat yang baru dari pada menggunakan tembaga.

      • Aluminium berinti baja, yang biasanya dikenal sebagai ACSR (Aluminium Cable Steel Reinforced), suatu kabel penghantar aluminium yang dilengkapi dengan unit kawat baja pada inti kabelnya. Kawat baja itu diperlukan guna meningkatkan kekuatan tarik kabel. ACSR ini banyak digunakan untuk kawat saluran hantar udara.

      • Aldrey, jenis kawat campuran antara aluminium dengan silicium (konsentrasinya sekitar 0,4 % – 0,7 %), Magnesium (konsentrasinya antara 0,3 % - 0,35 %) dan ferum (konsentrasinya antara 0,2 % - 0,3 %). Kawat ini memiliki kekuatan mekanikal yang sangat besar, namun daya hantar listriknya agak rendah.

      • Cooper-weld, suatu kawat baja yang disekelilingnya diberi lapisan tembaga.

      • Baja, bahan yang paling banyak digunakan sebagai kawat petir dan juga sebagai kawat pentanahan.

      Berdasarkan ikhtisar diatas, dapat dikatakan bahwa bahan yang terpenting untuk saluran penghantar listrik adalah tembaga dan aluminium, sehingga kedua bahan tersebut banyak digunakan sebagai kawat pengantar listrik, baik saluran hantar udara maupun kabel tanah.